Daftar Tugas

Tugas Jurnal

Daftar Tugas 10 Jan 2022

Cara Membuat Jurnal: Definisi, Jenis, Struktur, dan Contohnya

Apakah kamu sedang kesulitan membuat sebuah jurnal yang baik? Pas banget nih, kami akan membantumu untuk membuat sebuah jurnal yang bagus dan tentunya akan membantu dalam tugas sekolah maupun kuliah. Untuk itu, tanpa berlama-lama lagi, yuk simak penjelasan lengkap mengenai jurnal berikut ini

1. Definisi Jurnal

Pengertian Jurnal

Terdapat beberapa pengertian jurnal menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut:

  1. Lasa Hs (2009) menyatakan bahwa jurnal merupakan sebuah publikasi ilmiah yang memuat tentang kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, minimal harus meliputi kumpulan pengetahuan baru, pengamatan empiris, maupun pengembangan gagasan bahkan usulan.
  2. Hakim menyatakan bahwa jurnal merupakan majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang di dalamnya mengandung data dan informasi yang mengajukan IPTEK serta penulisannya harus sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah dan diterbitkan secara berkala.
  3. Adnan, dkk menyatakan bahwa jurnal merupakan forum komunikasi bagi anggota masyarakat ilmiah disiplin ilmu tertentu. Karena dibaca oleh anggota masyarakat tertentu, maka jurnal ilmiah harus menyajikan artikel-artikel yang sesuai dengan minat dan kepentingan tersebut.
  4. Koswara menyatakan bahwa jurnal merupakan terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang pada saat diterbitkan. Jika dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal, dapat diterbitkan memiliki arti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang ketika diterbitkan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa jurnal merupakan sebuah bahan ilmiah yang dipublikasikan yang memuat mengenai perkembangan pengetahuan dan teknologi.

Ciri-Ciri Jurnal

Berikut merupakan ciri-ciri dari jurnal yang baik, yang dapat jadi panduan kamu untuk menyusun sebuah jurnal:

  • Bersifat Objektif dimana hal terpenting yang membedakan jurnal ilmiah dengan tulisan umum adalah objektivitasnya. Semua yang tertulis di buku harian itu sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jurnal tidak berisi pendapat atau saran pribadi.
  • Menggunakan dasar keilmuan yaitu teori-teori ilmiah yang sudah ada atau berdasarkan hasil penelitian. Untuk memenuhi karakteristik tersebut, peneliti yang menulis jurnal harus memiliki kemampuan mempelajari bidang keilmuan.
  • Menggunakan bahasa baku karena akan dibaca oleh semua peneliti di dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus merupakan bahasa baku agar setiap orang dapat dengan mudah memahami dan menerjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
  • Tidak bersifat emotif yang dimaksud adalah memasukkan emosi dalam tulisan, yang membuat objektivitas tulisan menjadi ambigu.

Fungsi dan Manfaat Jurnal

Sebagai salah satu karya ilmiah, berikut merupakan fungsi dari jurnal

  • Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan Pengembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan salah satunya dengan temuan penelitian, kritik terhadap temuan penelitian, pembentukan konsensus, dan temuan baru. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, jurnal ilmiah berperan sangat penting sebagai sarana untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut.
  • Sebagai basis data kebijakan publik Kebijakan publik memerlukan naskah akademik sebagai pondasinya. Jurnal ilmiah dapat berperan sebagai dasar ilmiah dibuatnya kebijakan publik tersebut.

Selain itu, Jurnal memiliki manfaat yang spesifik seperti dibawah ini:

  • Sebagai cara penyebaran hasil-hasil penelitian.
  • Untuk pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi.
  • Sebagai sarana komunikasi akademik antara para ilmuwan.
  • Sebagai bentuk pertukaran informasi untuk menghasilkan ide-ide baru akan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Jenis-Jenis Jurnal

Jurnal memiliki beberapa jenis yaitu seperti dibawah ini

  1. Jurnal penelitian yang merupakan laporan penelitian. Jadi hasil penelitian yang diperoleh dipaparkan dan ditulis dalam sebuah laporan. Jumlah publikasi ilmiah, termasuk jurnal ilmiah per tahun ada 6 juta buah, dengan jumlah jurnal sekitar 17.000 jurnal ilmiah setiap harinya. Angka ini memang sangat besar namun jika dibandingkan Negara-negara lain, Indonesia masih di zona tidak aman, dan masih perlu ditingkatkan jumlahnya.
  2. Jurnal cetak yang umumnya dibuka untuk para dosen, peneliti dan mahasiswa yang tertarik melakukan penelitian. Jurnal akan melalui proses seleksi. Jadi jurnal yang masuk akan di seleksi oleh tim penyelenggara. Jurnal yang lolos akan dikonfirmasi oleh tim ke penulis, untuk mengkonfirmasi. Jurnal yang lolos seleksi, nantinya akan dipresentasikan di depan peserta lain. Presentasi jurnal tersebut inilah yang sekaligus sebagai penguji atas keandalan hasil penelitian. Setelah itu, jurnal akan dibukukan dalam bentuk satu buku. buku tersebut yang kemudian disebut dengan istilah prosiding.
  3. Jurnal online dapat diartikan menjadi dua sudut pandang. Pertama, jurnal cetak yang dijalankan. Jadi jurnal biasa yang diunggah dalam bentuk online. Bisa jurnal yang di upload melalui website jurnal ataupun melalui website institusi. Kedua, jurnal online dalam arti sebenarnya. maksudnya adalah jurnal online yang dimasukan melalui urutan proses. Jadi ada proses dari penulis jurnal, kemudian diproses ke tim editor sebelum masuk ke email atau di masukan ke tim redaksi penerima jurnal online. Jika jurnal tidak lolos, maka jurnal tersebut akan ditolak atau dimintai perbaikan. Kelebihan membuat jurnal secara daring (online) selain penyebarannya lebih luas, kamu sebagai penulis juga lebih mudah dikenal pembaca, dosen dan peneliti dari belahan lain.
  4. Jurnal lokal merupakan sebuah jurnal yang dibuat oleh banyak penulis, dari instansi yang sama.
  5. Jurnal nasional merupakan sebuah jurnal ditulis dalam lingkup nasional. Jadi jurnal nasional tidak hanya ditulis oleh penulis dari dalam negeri. Tetapi penulis dari luar negeri juga bisa menulis jurnal penelitian. Hanya saja, jurnal mereka perlu dilakukan pemeriksaan dari Negara asal (jika yang dari luar negeri).
  6. Jurnal internasional merupakan jurnal yang ditulis menggunakan bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris. Satu hal yang perlu di garis bawahi, dikatakan sebagai jurnal internasional tidak selalu karena jurnal tersebut menggunakan bahasa inggris. Melainkan jurnal yang diikuti oleh penulis dari luar Negara dari universitas seluruh dunia. Jurnal internasional pun juga wajib memiliki mitra bebestari sesuai bidangnya dan terbukti handal. Adapun ciri jurnal internasional yang terstandar, yaitu jurnal ditulis menggunakan system open journal system atau OJS. Sebagai catatan, dikatakan jurnal internasional juga berlaku untuk jurnal lokal, namun ditulis oleh penulis dari institusi di luar daerah. Adapun istilah lain, yaitu jurnal internasional bereputasi. Dikatakan jurnal internasional bereputasi apabila jurnal yang diajukan telah lolos verifikasi dan indeks.

3. Struktur Jurnal

Jurnal sebagai salah satu bagian dari karya tulis ilmiah tentunya harus mengikuti prosedur susunan dari jurnal yang telah ditetapkan. Berikut merupakan susunan dari jurnal yang harus diikuti

  1. Judul Judul jurnal harus jelas dan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca isi jurnal keseluruhan.
  2. Abstrak Sekilas abstrak hampir sama dengan ringkasan, tapi sebenarnya berbeda. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak ditulis sebagai penjelas jurnal tanpa mengacu pada jurnal. Setidaknya kamu harus menyajikan 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan di dalam abstrak. Dalam penulisan abstrak hindari singkatan atau kutipan. Pada abstrak harus dapat berdiri sendiri tanpa catatan kaki.
  3. Pendahuluan Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang sedang kamu selidiki. Di Bagian ini kamu harus memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Pada bagian ini, juga mencakup latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum.
  4. Bahan dan Metode Kamu akan menjelaskan tentang proses percobaan yang dilakukan. Informasi yang dijelaskan di sini mencakup desain percobaan, peralatan yang dipergunakan, metode dalam pengumpulan data, gambaran lokasi, dan jenis pengendalian. Perlu diperhatikan dalam bagian ini kita harus menjelaskan secara rinci dan jelas. Hindari penggunaan kata yang membingungkan. Jelaskan to the point, sehingga pembaca bisa langsung paham dengan informasi yang kamu tulis.
  5. Hasil Pada bagian hasil, kamu dapat menyajikan data yang ringkasan dengan tinjauan dalam bentuk teks, tabel, maupun gambar. Perlu diingat, dalam bagian ini informasi yang diberikan hanya hasil yang disajikan. Tidak ada interpretasi data maupun kesimpulan dari data yang kamu dapat. Sebuah data yang diinformasikan harus disajikan dalam bentuk tabel atau gambar menggunakan teks naratif dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
  6. Pembahasan Dari data yang sudah kamu dapatkan, kamu baru bisa membalasnya secara detail pada bagian pembahasan. Dalam bagian pembahasan, kamu bisa menafsirkan data-data yang ada dengan pola yang diamati. Dari setiap hubungan antara variabel percobaan yang penting dan korelasi antar variabel dapat dilihat dengan jelas. kamu harus menyertakan sebuah penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dengan penelitian yang dilakukan orang lain.
  7. Kesimpulan Dari semua Membuat sebuah kesimpulan dari keseluruhan percobaan yang telah dilakukan. Intinya adalah peneliti merujuk kembali kepada pernyataan dalam pendahuluan dari setiap data yang diinformasikan.
  8. Daftar Pustaka Saat membuat jurnal jangan sampai lupa mencantumkan daftar pustaka pada halaman terakhir. Bagian daftar pustaka merupakan kumpulan dari nama-nama literatur yang kita gunakan sebagai referensi dalam pembuatan jurnal.

4. Cara Membuat Jurnal yang Baik dan Benar

Untuk membuat sebuah jurnal yang baik, kamu perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Pemilihan Judul Dalam memilih sebuah judul itu tidak bisa sembarangan karena untuk mempermudah para pembaca, judul jurnal yang dipilih haruslah jelas. Pastikan judul yang kamu pilih tidak melebihi dari 12 kata.
  2. Nama Cara membuat jurnal yang selanjutnya adalah dengan mencantumkan nama penulis, nama pembimbing, dan juga nama lembaga jika tanpa gelar akademik. Kamu juga bisa mencantumkan alamat rumah serta alamat email penulis beserta pembimbing.
  3. Menulis Abstrak Susunlah abstrak yang menjadi ringkasan dari isi jurnal yang pada umumnya terdiri dari 250 kata yang berisikan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Jadi, bisa dibilang bahwa abstrak ini merupakan gambaran terhadap keseluruhan isi dari jurnal.
  4. Menulis Bagian Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi latar belakang dan manfaat dan ulasan dari jurnal agar para pembaca mengetahui tujuan dari jurnal itu. Meskipun kamu menyertakan tujuan jurnal pada bagian ini, kamu tidak perlu membahasnya menjadi cakupan yang terlalu luas. Cukup ambil inti dari tujuan kemudian merangkumnya menjadi satu lembar saja. Jangan lupa juga untuk membuatnya tersambung dengan bagian selanjutnya, ya.
  5. Menulis Bahan dan Metode Pada bagian ini biasanya kamu harus menjelaskan bagaimana percobaan dilakukan. Kalau aturan umumnya sendiri, perlu diingat pada bagian ini harus dijelaskan secara rinci dan mudah dipahami ya. Hal ini bertujuan agar pembaca jadi memiliki pengetahuan dan teknik dasar setelah membaca jurnal tersebut.
  6. Menulis Hasil Pada bagian ini, kamu harus menuliskan informasi yang terbilang cukup singkat dari hasil penelitian. Hasil yang dipaparkan bisa dalam bentuk teks, tabel, diagram, ataupun gambar-gambar yang relevan dengan penelitian. Data yang disajikan juga harus relevan ya, bukan merupakan pendapat dari seseorang.
  7. Menulis Bagian Pembahasan Dalam melakukan pembahasan di dalam jurnal, penting diingat untuk membandingkan acuan teori atau model yang digunakan. Hal ini bertujuan supaya para pembaca nantinya bisa melihat perbedaan dan persamaannya. Kalau dalam penulisannya sendiri, bagian pembahasan biasanya dibagi menjadi sub bagian dan diketik dalam 2 spasi. Walaupun tidak ada acuan seberapa banyak kamu harus menulis pembahasan, tapi umumnya kamu bisa menulisnya kurang lebih 4 hingga 6 halaman.
  8. Membuat Kesimpulan Bisa dibilang bahwa informasi yang dimuat dalam bagian ini merupakan rangkuman dari keseluruhan jurnal. Kamu bisa mencantumkan pembuktian hipotesis dari penelitian yang telah dilakukan. Tujuan dari bagian kesimpulan ini sebenarnya untuk meyakinkan pembaca bahwa penelitian yang kamu lakukan telah dibuktikan, jadi bukan hanya sekedar dugaan.
  9. Menulis Daftar Pustaka Berbagai sumber referensi yang digunakan bisa dicantumkan pada bagian ini. Kamu tidak perlu ganti ke halaman baru untuk menyusun daftar pustaka pada jurnal ilmiah, cukup ditulis langsung setelah bagian kesimpulan.

4. Contoh Jurnal yang Baik dan Benar

Untuk kamu yang mungkin memiliki kesulitan atau kesibukan sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan riset mengenai topik yang diangkat atau mencari referensi pendukung, kamu dapat mempercayakan tugas sekolah atau kuliah kepada orang yang telah berpengalaman dalam membuat tugas. Ya, benar, joki tugas. Tak perlu khawatir karena tugasmu akan selesai dengan baik serta datamu dijamin tidak akan bocor, lho.

Untuk kamu yang tertarik, jasa joki tugas terbaik untuk menyusun jurnal yang baik dan menarik adalah Buatin Tugasku. Buatin Tugasku merupakan sebuah platform untuk membantu kamu menyelesaikan seluruh tugas sekolah atau kuliahmu dengan cepat, aman, berkualitas, serta tentunya murah. Buatin Tugasku akan menjadi teman tugas terbaikmu.

  • Share:

Jasa Joki Tugas Paling Murah, Cepat, dan Aman

Kepoin Sekarang