Daftar Tugas

Tugas Esai

Daftar Tugas 9 Jan 2022

Cara Membuat Esai: Definisi, Jenis, Struktur, dan Contohnya

Kamu sering ditugaskan untuk membuat esai atau sering disebut essay oleh dosen atau guru kamu? Apakah sulit untuk membuat esai yang baik dan menarik? Sebenarnya membuat sebuah esai itu gampang jika kamu mengetahui cara-cara serta prosedur untuk membuatnya. Untuk itu, yuk simak artikel ini agar kamu bisa buat esai yang baik sehingga nilai tugas kamu tinggi. Pastikan kamu baca hingga akhir, ya. Yuk langsung saja kita mulai

1. Definisi Esai

Pengertian Esai

Menurut Wijayanti (2012) esai merupakan suatu tulisan yang menyampaikan kejadian yang terjadi di masyarakat atau lingkungan, berupa fakta dan bisa juga pengalaman. Sementara menurut Dalman (2011) esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang dicoba untuk dinilai oleh penulis tersebut. Dan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa esai merupakan sebuah karangan prosa yang membahas suatu masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Dapat disimpulkan bahwa esai merupakan sebuah tulisan yang menyajikan gagasan subjektif-personal tentang suatu masalah berdasarkan sudut pandang pribadi penulisnya. Nah kalau begitu apakah perbedaan makalh dan esai? Perbedaan utama antara esai dengan makalah adalah makalah umumnya memakan waktu penelitian yang lebih lama serta dipublikasikan dalam panjang teks yang lebih banyak dibandingkan dengan sebuah esai biasanya hanya tiga sampai lima paragraf, dibandingkan dengan kertas penelitian yang beberapa halaman. Selain itu makalah lebih mengutamakan kajian teoritis dan pengetahuan dari pemakalah, namun esai lebih mengedepankan mengenai opini dari seseorang terhadap suatu kasus yang diangkat dalam esai.

Ciri-Ciri Esai

Sebagai sebuah karya tulis, esai memiliki ciri-ciri unik yang dapat menjadikannya berbeda dengan karya tulis lainnya yaitu sebagai berikut:

  • Bentuk Berupa Prosa yang artinya di dalam tulisan ilmiah ini disampaikan apa adanya dengan bentuk komunikasi biasa. Sehingga tidak akan dijumpai esai dengan bahasa dan ungkapan yang sifatnya figuratif.
  • Bentuk isi tidak utuh yang berarti bahwa penulis hanya akan menuliskan bagian yang penting dan menarik dalam pembahasan esai. Penulis esai handal umumnya akan fokus pada hal-hal penting dan dianggap menarik dari suatu objek maupun subjek. Hal ini kemudian membuat esai memiliki bentuk isi tidak utuh. Sebab hanya memaparkan bagian yang dianggap oleh penulis penting dan menarik, sehingga tidak menulis secara keseluruhan.
  • Memiliki gaya menulis yang khas yang menjadi gaya pembeda atau gaya penyampaian yang sifatnya khas. Gaya khas inilah yang kemudian membedakan esai hasil tulisan satu penulis dengan penulis lainnya. Namun, hal ini dapat terbentuk alami karena penulisannya sendiri dalam bentuk prosa.
  • Memenuhi kriteria penulisan sebagai sebuah karya ilmiah. Meskipun di dalam penulisan karya ilmiah ini tidak memaparkan detail objek dan subjek tulisan. Namun tetap memenuhi kriteria penulisan yang sudah ditetapkan dan berhubungan dengan kaidah struktur penulisan. Sehingga terdapat pendahuluan, pengembangan isi, dan juga bagian akhir (pengakhiran).
  • Singkat karena memang hanya terdiri dari satu atau beberapa lembar bahkan kebanyakan satu lembar saja. Sehingga membuat tulisan ilmiah ini bisa dengan cepat dibaca sampai tuntas. Pembaca pun tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk memahami isi esai tersebut.
  • Memiliki ciri personal dari penulis yang berasal dari penulis esainya. Maksudnya adalah memiliki ciri khas dari masing-masing penulis, sebab memang isinya sendiri sesuai dengan pandangan, sikap, pemikiran, dan juga dugaan dan pendirian penulis tersebut.

Fungsi dan Manfaat Esai

Fungsi esai yaitu untuk memberi pandangan mengenai sebuah permasalahan serta meyakinkan pembaca mengenai opini dari penulis. Secara detail, esai berfungsi untuk mempertahankan sudut pandang subyektif dan pribadi tentang suatu subjek (politik, sosial, budaya, moral, perilaku, sastra, agama, humanistik, filosofis, dll.) tanpa formalitas seperti dokumen atau bukti empiris atau deductible yang bersifat ilmiah yang umumnya digunakan juga sebagai media debat mengenai suatu kasus atau topik.

Manfaat dari esai diantaranya adalah mengembangkan gagasan-gagasan baru dari sudut pandang yang berbeda, sebagai jembatan antara pendapat satu dengan pendapat lain yang terjadi di masyarakat, sebagai bahan pertimbangan oleh semua pihak dalam mengeluarkan berbagai pendapat, sebagai penyeimbang perbedaan pendapat agar tidak saling berbenturan, sebagai solusi baru yang mungkin dapat direalisasikan pada bidangnya, serta sebagai alat ukur bagi diri sendiri tentang sejauh mana kemampuan menulisnya.

2. Jenis-Jenis Esai

Berikut merupakan berbagai jenis dari esai yang memiliki ciri dan fungsi masing-masing:

  1. Esai deskriptif yang berisi pendapat dan cara pandang penulis mengenai suatu objek atau subjek tulisan yang kemudian disampaikan secara deskriptif atau dijelaskan dengan detail. Sehingga pembaca kemudian bisa menggambarkan bentuk dan sifat atau apapun dari objek dan subjek yang dipilih untuk menjadi topik utama dalam tulisan ilmiah tersebut. Secara sederhana, jenis ini menjelaskan atau menggambarkan suatu objek dan subjek secara detail.
  2. Esai Tajuk adalah jenis esai yang mempunyai satu fungsi khusus yakni menggambarkan pandangan atau sikap media terhadap topik dan isu di tengah masyarakat. Praktis, tulisan ilmiah jenis ini kemudian wajib dipublikasikan di media cetak baik itu surat kabar maupun majalah. Fungsi utamanya adalah membantu membentuk opini pembaca dari suatu peristiwa atau isu yang tengah menghangat di tengah masyarakat.
  3. Esai Cukilan Watak yang memberikan hak atau kebebasan kepada penulis untuk memaparkan beberapa segi kehidupan individu atau segi kehidupan dari seseorang, bisa juga dari kehidupan pribadi penulis tersebut. Melalui jenis ini, pembaca kemudian bisa mengetahui bagaimana penilaian penulis terhadap seseorang yang sedang dibahas dan menjadi isi dari tulisan yang disusunnya. Namun, penulis tentunya tidak menulis sebuah biografi sebab hanya menuliskan sedikit dari pengalaman dan peristiwa seseorang.
  4. Esai Pribadi atau personal essay adalah tulisan yang ditulis oleh seorang penulis dan berisi pemaparan pengalaman dan kegiatan pribadinya. Sehingga disini penulis esai sedang menulis esai tentang dirinya sendiri. Nantinya akan dijumpai penyebutan penulis sebagai saya dan memang menjadi “saya” tersebut.
  5. Esai Reflektif yang disampaikan secara formal dan berisi mengenai suatu hal yang diungkapkan secara mendalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati. Sebab secara umum topik di dalam esai jenis ini adalah kematian, kehidupan, politik, pendidikan, dan bisa juga mengenai hakikat manusia.
  6. Esai Kritik adalah jenis esai yang menjelaskan mengenai pandangan dari penulis terhadap suatu seni dan umumnya merupakan seni tradisional yang disampaikan dengan jelas dan kalimat yang tentunya mudah dipahami sekaligus tidak menyinggung secara keras.

3. Struktur Esai

Sebagai suatu karya ilmiah, esai memiliki struktur penulisan yang menjadikannya unik sehingga dalam penulisannya, kamu harus mengikuti struktur dibawah ini, ya.

  1. Pendahuluan Pendahuluan berisi mengenai topik atau tema yang hendak dibahas yakni latar belakang dari pemilihan topik serta pandangan dari penulis terhadap topik yang diangkat. Menyampaikan topik di bagian awal juga menjadi ciri khas sekaligus menjadi media bagi pembaca untuk memahami isi dari keseluruhan esai dengan lebih mudah. Sebab sudah bisa menebak atau memiliki gambaran mengenai apa yang akan disampaikan penulis sejak awal.
  2. Isi atau Pembahasan Bagian atau struktur kedua setelah pendahuluan adalah isi atau pembahasan dari esai yang disusun yang merupakan inti dari keseluruhan isi esai dimana terdapat seluruh pembahasan mengenai topik yang diangkat. Pada bagian isi dan pembahasan, penulis akan menyampaikan inti topik lengkap dengan penilaian atau pandangan pribadinya dengan detail namun tetap terstruktur secara kronologis, sehingga pandangannya bisa dipahami dan dimengerti oleh para pembaca. Melalui bagian isi inilah penulis dapat menjelaskan apapun sedetail mungkin sesuai keinginannya.
  3. Penutup atau Kesimpulan Kesimpulan atau sering disebut sebagai bagian penutup berisi rangkuman dan juga ringkasan dari apa yang disampaikan di bagian pendahuluan dan juga isi atau pembahasan.
  4. Daftar Pustaka atau Referensi Jika penulis mengutip atau menggunakan pendapat dari buku, majalah, koran, atau sumber lainnya, maka penulis harus mencantumkannya di dalam daftar pustaka atau referensi di akhir esai.

4. Cara Membuat Esai yang Baik dan Benar

Berikut merupakan langkah-langkah yang harus kamu ikuti untuk dapat membuat sebuah esai yang baik dan menarik:

  1. Menentukan Tema/Topik Tema tulisan bisa diambil sebagai pilihan dari tema yang ada atau sebuah tema sebagai ketentuan. Apabila tidak ada tema/topik yang ditentukan untuk ditulis, maka kita mencari dan menentukan tema secara mandiri yang menarik perhatian kita, yang disukai, yang dikuasai, dan yang dipahami.
  2. Menentukan tujuan tulisan untuk memudahkan kita dalam mencari inspirasi, membuat analisis, memberikan interpretasi, membuat argumen, atau menyusun uraian isi yang akan disajikan.
  3. Merumuskan masalah dan melakukan riset data yang berasal dari media cetak atau elektronik, buku, tinjauan langsung atau observasi, dan lain-lain.
  4. Membuat Outline (Kerangka Tulisan) dimana outline disusun dalam bentuk kerangka topik atau kerangka kalimat dan harus memperhatikan kesederajatan logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan untuk mempermudah menulis esai, sehingga esai koheren dan tidak keluar jalur dari topik yang dibahas.
  5. Menulis Esai berdasarkan outline yang telah dibuat dengan memperhatikan bagian pendahuluan, isi/pembahasan, dan penutup/kesimpulan. Gunakan bahasa yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan ejaan, tanda baca, dan diksi yang baik.
  6. Mengedit esai atau sering disebut sebagai kegiatan menyunting untuk memeriksa dan memastikan apakah esai yang kita tulis sudah baik, yaitu dengan memeriksa apakah ide-ide yang ditulis koheren, apakah diksi yang digunakan tepat, apakah kalimat yang digunakan efektif, apakah ejaan dan tanda baca sudah benar, dan lain-lain. Aspek yang diperiksa berkaitan dengan mekanika, bahasa, dan isi dari esai.

5. Contoh Esai yang Baik dan Benar

Untuk kamu yang mungkin memiliki kesulitan atau kesibukan sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan riset mengenai topik yang diangkat atau mencari referensi pendukung, kamu dapat mempercayakan tugas sekolah atau kuliah kepada orang yang telah berpengalaman dalam membuat tugas. Ya, benar, joki tugas. Tak perlu khawatir karena tugasmu akan selesai dengan baik serta datamu dijamin tidak akan bocor, lho.

Untuk kamu yang tertarik, jasa joki tugas terbaik untuk menyusun esai yang baik dan menarik adalah Buatin Tugasku. Buatin Tugasku merupakan sebuah platform untuk membantu kamu menyelesaikan seluruh tugas sekolah atau kuliahmu dengan cepat, aman, berkualitas, serta tentunya murah. Buatin Tugasku akan menjadi teman tugas terbaikmu.

  • Share:

Jasa Joki Tugas Paling Murah, Cepat, dan Aman

Kepoin Sekarang
Konsultasi Tugasmu Sekarang!